Selasa, Oktober 27, 2009

Selembar kertas untuk Negri ku

Barangkali mereka tidak berharap semua akan jadi begini
81 tahun yang lalu , dengan semangat kebangsaan yang tengah berkobar
hanya ada satu kata di lubuk hati terdalam "Persatuan Indonesia"
Jika waktu itu mereka tahu akan begini
Akankah mereka mengobarkan semangat bersatu mereka ?

Negri ini masih punya harapan
Jika kembali kepada fitrah Sumpah Pemuda
Sumpah yang dikumandangkan dengan rasa cinta negri yang berkobar-kobar
Bahkan darah dan nyawa adalah taruhannya
Seluruh anak negri ketika itu berkumpul
Menitahkan tiga sumpah :
mengaku bertumpah darah yang satu,
mengaku berbangsa yang satu,
menjunjung tinggi bahasa persatuan
hanya untuk dan dalam nama Indonesia

Jika demikian
Negri ini hanya perlu mengobarkan SUMPAH itu kembali
Mengalirkan SUMPAH itu di nadi-nadi terhalusnya
Meresap sampai ke sukma-sukmanya

Kita pasti mampu
Kita pasi bisa
Titah SUMPAH adalah mudah jika kita mau mengakui bahwa :
Tidak akan ada lagi perbedaan
Matilah diskriminasi
Enyahlah darah-darah asing, yang semakin deras mengalir di sukma-sukma negri ini
Kobarkan rasa persatuan
Suarakan bahasa kita yang benar
Dengungkan cinta negri ini

Marilah-
Mulailah-
Hari ini,
81 tahun yang lalu
adalah bukti
bahwa INDONESIA
adalah milik kita
sampai selama-selamanya



Medan 28 Okt 2009

Mengenang Sumpah Pemuda 28 Okt 1928
Mencoba mengobarkan kembali semangat kepemudaan yang semakin hilang gaungnya
Mulailah dari diri sendir...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar