di penghujung senja
kembali ‘ku dihantar jingga
dengan redup warnanya
menghantar ‘ku pulang
membawa jiwaku
‘tuk bersandar kembali
ke haribaan malaikat kecilku
oh lelahku – oh penatku
aku begitu rindu
dengan senyum mu
nan amat manis
dan lelahku pun, selesailah ……
-mdn ; senja pertama di bulan juli 09-
Rabu, Juli 01, 2009
BULAN MERAH JAMBU
Bulan merah jambu
ada kerling cahaya
yang tak biasa malam ini
warna perakmu mengapa berubah ?
di antara langit setengah tua
menandakan bulan terakhir tengah tahun ini
tak ada angin lewat
hanya ada selintas aroma melati saja
dekat bersisian dengan kita duduk
masih terpesona aku
menatap kerling cahaya itu
malam ini bulan merah jambu
lengkap dengan mahkota mawarnya
tersemat diantara wajah semu mu
aku juga begitu
merah jambu merona menghiasi wajahku
aku jatuh cinta lagi pada mu?
Mdn;akhir juni thn ini - 09
ada kerling cahaya
yang tak biasa malam ini
warna perakmu mengapa berubah ?
di antara langit setengah tua
menandakan bulan terakhir tengah tahun ini
tak ada angin lewat
hanya ada selintas aroma melati saja
dekat bersisian dengan kita duduk
masih terpesona aku
menatap kerling cahaya itu
malam ini bulan merah jambu
lengkap dengan mahkota mawarnya
tersemat diantara wajah semu mu
aku juga begitu
merah jambu merona menghiasi wajahku
aku jatuh cinta lagi pada mu?
Mdn;akhir juni thn ini - 09
TANDA CINTA KAMI
VERSI SATU (utk Bunda Onda)
Waktu telah berlalu 20 tahun lamanya
Namun bayangmu senantiasa terbawa di jiwa kami
Jiwa abdimu, jiwa pengorbananmu, jiwa pamrihmu
Telah membawa kami kembali disini
Jika kami hadir bersama mu lagi
Itu karena kami sangat ingin mengucapkan
Beribu kata terima kasih,
walau itu pun tak cukup…
Wahai Guru kami,
Terima kasih atas Jasa mu
Terima kasih untuk Pengorbanan mu
Terima kasih buat Cinta mu
Yang telah kau berikan kepada kami
Kami , muridmu yang ‘kan slalu mengenang
dan menyematkan namamu
di hati sanubari kami yang terdalam
VERSI KU
Waktu yang berlalu 20 tahun lamanya
Namun bayangmu senantiasa terbawa di jiwa ku
Jiwa abdimu - jiwa pengorbananmu -jiwa tanpa pamrihmu
Tlah membawa ku ada disini
Jika aku hadir ada bersama mu kini
Itu karena kuingin berucap
Beribu kata hatur terima kasih,
walau itu pun tak cukup…
Wahai Guru ku,
Trima kasih atas Jasa mu
Trima kasih untuk Pengorbanan mu
Trima kasih buat Cinta mu
Yang tlah kau berikan kepada ku
Aku , muridmu yang ‘kan slalu mengenang
dan menyematkan namamu
di hati sanubari terdalam ku
mdn;akhir juni 09
segores puisi pesanan sahabat utk reuni 20th colla 89 dipersembahkan dengan manis utk guru2 kami
Waktu telah berlalu 20 tahun lamanya
Namun bayangmu senantiasa terbawa di jiwa kami
Jiwa abdimu, jiwa pengorbananmu, jiwa pamrihmu
Telah membawa kami kembali disini
Jika kami hadir bersama mu lagi
Itu karena kami sangat ingin mengucapkan
Beribu kata terima kasih,
walau itu pun tak cukup…
Wahai Guru kami,
Terima kasih atas Jasa mu
Terima kasih untuk Pengorbanan mu
Terima kasih buat Cinta mu
Yang telah kau berikan kepada kami
Kami , muridmu yang ‘kan slalu mengenang
dan menyematkan namamu
di hati sanubari kami yang terdalam
VERSI KU
Waktu yang berlalu 20 tahun lamanya
Namun bayangmu senantiasa terbawa di jiwa ku
Jiwa abdimu - jiwa pengorbananmu -jiwa tanpa pamrihmu
Tlah membawa ku ada disini
Jika aku hadir ada bersama mu kini
Itu karena kuingin berucap
Beribu kata hatur terima kasih,
walau itu pun tak cukup…
Wahai Guru ku,
Trima kasih atas Jasa mu
Trima kasih untuk Pengorbanan mu
Trima kasih buat Cinta mu
Yang tlah kau berikan kepada ku
Aku , muridmu yang ‘kan slalu mengenang
dan menyematkan namamu
di hati sanubari terdalam ku
mdn;akhir juni 09
segores puisi pesanan sahabat utk reuni 20th colla 89 dipersembahkan dengan manis utk guru2 kami
Langganan:
Postingan (Atom)